Oregade

Archive for the ‘Budaya’ Category

Tantangan terberat dalam menulis sejarah suatu kerajaan adalah terbatasnya data atau informasi yang tersedia. Data berkenaan dengan Kerajaan Lombok juga sangat minim, hanya mampu untuk menunjukkan bahwa kerajaan ini benar-benar ada. Tapi, bagaimana informasi lebih lanjut, data sejarah belum bisa mengungkapkannya. Di antara sumber sejarah yang bisa digunakan adalah Babad Lombok.

Menurut Babad Lombok, kerajaan tertua di pulau Lombok bernama Kerajaan Laeq. Tapi, sumber lain, yaitu Babad Suwung menyatakan bahwa, kerajaan tertua adalah Kerajaan Suwung yang dibangun dan diperintah oleh Raja Betara Indera. Setelah Kerajaan Suwung ini surut, baru muncul Kerajaan Lombok. Mana yang benar, Laeq atau Suwung yang muncul lebih dulu? Semuanya masih dalam perdebatan. Read the rest of this entry »

Advertisements

Menginjakkan kaki di Pulau Lombok takkan lengkap rasanya jika sekedar mendaki Gunung Rinjani, observasi budaya etnis Sasak menjadi cara tercepat untuk benar-benar memahami budaya asli penduduk P. Lombok. Kegiatan 29 Bali Lombok Adventure Team IMPALA UNIBRAW yang dilaksanakan pada tanggal 12-21 Agustus 2006 selain Arung Jeram Sungai Ayung dan Unda di Bali, Pendakian Gunung Rinjani (3726 mdpl) juga disertai kegiatan observasi masyarakat tradisional Sasak penganut Wetu Telu.

Orang Sasak asli (original) yaitu etnis yang mendominasi P. Lombok bermukim di Bayan Kabupaten Lombok Barat atau biasa disebut orang Dayan Gunung (utara G. Rinjani). Kecamatan Bayan seluas 356,75 Km2 dengan jumlah penduduk 42.741 jiwa berjarak 80 Km (3 jam) dari Mataram. Apabila melakukan pendakian ke G. Rinjani melalui jalur Senaru akan melewati Kecamatan Bayan. Dalam kecamatan tersebut ada suatu wilayah yang disebut sebagai “Bayan Beleq” (dalam bahasa Sasak, Beleq = besar), dimana wilayah tersebut memiliki institusi penting berupa cagar budaya Masjid Kuno Wetu Telu. Read the rest of this entry »